Makin lama makin aneh.. I don't even know what I am feeling anymore. Gak tau untuk beberapa momen aku harus senang, sedih, atau biasa aja. Aku kehilangan ekspresi akhir-akhir ini. I don't even know how I feel about you. Gak ngerti lagi kemana perginya beragam emosi waktu aku ketemu orang-orang. Rasanya semua sama aja. Aku sebenarnya gak suka jadi flat, tapi di beberapa hal, aku harus jadi flat alamat menutupi ke-jleb-an diriku sama satu situasi. Gak taulaaaah..kacau, sekarang nggak tau juga aku mesti senang atau sedih. Gak tau, beneran, blank, gak bisa mikir. Yang aku tahu aku punya ego untuk bisa senang tapi aku mendapatkan hal yang bikin aku down so, energinya nyampur menjadi flat. Air panas campus air dingin, jadinya air biasa aja. I don't hate this feeling but I don't like it either. Susah jadi aku sekarang. Bahkan untuk cerita hal biasa ke Mama pun susah, mesti nunggu mood cerita timbul dulu baru bisa curcol ke Mama. Padahal dulu nggak, mood atau nggak mood aku bakalan cerita terus ke Mama. What to do nih?
WELCOME, YOU'RE ENTERING CONTROVERSIAL ZONE, SO BE FOREVER YOUNG AND THINK OUT OF THE BOX.
Friday, October 11, 2013
Thursday, October 3, 2013
Sedikit Percakapan dengan Bathin
Bathin: "Udah tu, Dhe, kan udah dibikan batas garisnya.."
Aku: "Iya udah, trus mau gimana?"
Bathin: "Stay between the line, dasar bodoh."
Aku: "Bosan. Aku mau coba lewat dikit.."
Bathin: "Bodohhhh dulu kan udah pernah kayak gini, sakit kan?"
Aku: "Ya itu tantangannya."
Bathin: "Ambil lah, aku liatin aja, kalau kenak sekali lagi jangan ngadu-ngadu ya.."
Aku: "Hehe doain lah jangan kenak lagi naaaaak.."
Bathin: "Gak bisa do, gak mungkin gak kenak.."
Aku: "Jangan jadi pesimis plis..kita kan satu."
Bathin: "Siapa bilang? Kalau untuk masalah ini, kita 2 soul oke?"
Aku: "Ndaak."
Bathin: "Pokoknya aku udah ingatin."
Aku: "Yaya makasih."
Bathin: "Nekat kau, Dhe."
Aku: "Bisa diperlebar garisnya?"
Bathin: "Kalau usahamu mau lewatin juga, buat apa diperlebar, kaki kamu aja kamu besarin supaya bisa lebih jauh ngelangkah."
Aku: "Jenius kamu yaaa.."
Bathin: "Pokoknya aku udah ingatin, kalau terjadi sesuatu aku gak mau tanggung."
Aku: "Yaya.."
Bathin: "Sip."
Aku: "Oke..tapi plis, restui aku.."
Bathin: "No way. Aku kan udah bilang, kamu lewat garis ini dikit aja, kamu bakalan sakit."
Aku: "Kamu nggak mau aku sakit?"
Bathin: "Kamu sakit=aku sakit, okay?"
Aku: "Okay."
Bathin: "So?"
Aku: "Maaf.."
Bathin: "Masih mau ngelangkah?"
Aku: "Pikir dulu, aku nggak mau nyakitin 2 soul sekaligus."
Bathin: "Pintar. Pikir kali lah dulu. Stay, Dhe."
Aku: "Ya. Oke."
Bathin: "Ya"
Aku: ":), makasih."
Bathin: "Yaa :)"
Sunday, September 22, 2013
Ada Masanya....
Ada masanya dimana orang lain sadar bahwa kita tidak sembarangan memperlakukannya
Ada masanya semua yang kita harapkan terwujud satu persatu meski kita harus menanti lama
Ada masanya dimana kita tidak akan kecewa karena perjuangan kita meski harus jatuh berulang kali
Ada masanya dimana kita dianggap mendapatkan semuanya tetapi kenyataannya kita tidak merasakannya
Ada masanya kita harus menengok kebelakang dan bersyukur atas siapa kita hari ini
Ada masanya semua harus diambil dari kita karena apapun di dunia ini hanyalah titipan
Ada masanya kita merasa benar-benar menyesal atas satu atau dua kesalahan yang telah kita perbuat meskipun itu hanya sebuah kesalahan kecil
Ada masanya kita mengutuk diri kita sendiri atas pilihan yang telah kita pilih sendiri
Ada masanya dimana pada suatu momen saat kita menatap langit dan semua terasa luas, indah dan kamu merasa begitu kecil
Ada masanya kamu menangis saat menatap bintang karena kamu anggap mereka begitu indah
Ada masanya kamu tertawa melihat bulan karena kamu menganggap bulan bisa mengerti isi hatimu
Ada masanya semua berjalan begitu indah bahkan kamu tidak punya ancang-ancang untuk mempersiapkan yang terburuk yang akan terjadi
Ada masanya justru kamu lebih hati-hati lagi dalam segala hal sehingga kamu tidak menikmatinya
Ada masanya kamu terharu atas satu hal kecil yang dilakukan orang kepadamu karena kamu tahu hal kecil tersebut dilakukan dengan tulus dan penuh makna
Ada masanya kamu harus berguru pada orang yang kamu anggap hebat dan membandingkan kemampuanmu dan kemampuannya
Ada masanya kamu lah yang patutnya menggurui orang lain karena orang lain menganggap kamu hebat
Ada masanya semua hal yang kamu lihat konstan atau tidak akan berubah/berpindah, akan berpindah atau mungkin sirna
Ada masanya ekspektasi kamu dijatuhkan oleh sesuatu yang seharusnya tidak menabrak ekspektasi-mu itu
Ada masanya kamu tidak bisa memaklumi suatu perubahan karena pemikiranmu yang tidak bisa menerimanya
Ada masanya semua temanmu balik menghakimimu bukannya mendukungmu
Ada masanya semua temanmu mendukungmu karena mereka berpikir suatu hari mereka juga butuh didukung
Ada masanya semua orang baik berubah menjadi iblis
Ada masanya semua orang jahat berubah menjadi malaikat
Ada masanya lagu kesukaanmu saat ini tidak akan dimainkan sesering pertama kali mendengarkannya karena kamu bosan
Ada masanya kamu jenuh terhadap apapun yang kamu lihat
Ada masanya justru kamu menyukai apapun yang kamu lihat
Ada masanya kamu berhak menyebut dirimu iblis
Ada masanya kamu berhak menyebut dirimu malaikat
Ada masanya seseorang menganggapmu setan baginya
Ada masanya seseorang menganggapmu malaikat pelindungnya
Ada masanya dimana kamu akan tersenyum atas semua tulisan ini
Ada masanya kamu menganggap tulisan ini benar
Ada masanya saat membaca semua tulisan ini kamu mengalami flashback
Karena kamu tahu kamu hidup, dan semua hal diatas terjadi padamu :)
Bersyukurlah. Tersenyumlah selagi kamu bisa, selagi kamu masih punya sesuatu untuk dijadikan alasan untuk tersenyum
Karena ada masanya kamu benar-benar merasakan yang namanya hidup.
Sunday, September 8, 2013
The Face of a Person that I Always Wanted to Kiss
Who would ever resist John Lennon? No one. John Lennon itu dari dulu boleh dibilang udah jadi hero buat aku. Gimana nggak, menurutku apa yang dia ucapin itu selalu tulus, bener, dan masuk di akal, meskipun dia orangnya emang rada ga masuk akal. Aku juga pernah menobatkan dia sebagai orang yang benar-benar tau apa arti "Love" sesungguhnya. Cuma dia satu-satunya hero yang bisa mempengaruhi dunia cuma dengan lagu berdurasi sekitar 4 menit yang judulnya simple banget ini: All You Need Is Love.
Aku biasanya cuma sekedar kagum aja sama musicians. Tapi ntah kenapa ke yang satu ini aku agak kurang waras dibuatnya. If I ever said that I wanted to kiss someone, I mean it. Because when I kiss, I will never regret anything. I know it's from the deepest of my heart. Mungkin alangkah bahagianya orang yang sempat nyium John Lennon. Yoko Ono misalnya. Karena aku tau John melakukan segalanya dari hati. Jarang-jarang bisa lihat hal itu di musisi lain sekarang ini. HOW COULD YOU EVER RESIST A LENNON?
John was beautiful no matter what year. We miss you, John Lennon. RIP.
September!!
Wow, it's September already dan blog ini gak terjamah since the last time I tried to post something. September berjalan dengan sangat baik dan aku kebanyakan sekarang nulis di buku kecil yang aku bawa kesekolah tiap hari. Di jam-jam yang ngebosenin aku pasti nulis hal-hal aneh atau hal-hal random yang terjadi sama aku. It could be anything. So, I guess I won't be writing too much on blog..haha semacam habis manis sepah dibuang ya -_-. Gak koook aku tetap bakal nulis hal-hal yang ga mungkin aku tulis di buku itu, karena buku itu juga jadi tempat curhatan orang..kan ga mungkin semua unge-uneg aku tulis disana -_-. Soooo hope that you'll have a great September instead. Wishing I could have a memorable September this year :). Ciao.
Tuesday, August 6, 2013
What Makes You So Special
Oke, first of all ini bukan entry galau galauan atau apalah yang berhubungan sama masalah special in love or something. This is all about what makes you feel so special. Haha. Hari ini, aku baru menyadari satu hal yang selalu bikin aku ngerasa aku itu somewhat special. Boleh dong kita kasih penghargaan ke diri kita dengan mengatakan bahwa kita adalah seorang pribadi yang spesial. Bukan berarti ngasih penghargaan ke diri sendiri itu selalu dikategorikan sombong. Kalau ujung-ujungnya sombong berarti kamu salah menggunakan kemampuan menghargai dirimu itu. Kategori spesial buat masing-masing orang itu berbeda. Buat aku, aku spesial karena ada saja kemudahan jalan yang diberikan Allah untuk melancarkan tujuan hidupku. Dan aku bersyukur karena aku berada di lingkungan yang sangat tepat. Baik dari lingkungan keluarga maupun teman-teman di sekolah. Aku sungguh bersyukur kalian dihadirkan dalam lingkungan sekitarku. Bicara soal tujuan hidup aku gak akan mungkin gak ngebahas orang-orang hebat ini. Ya, mereka adalah orang-orang yang aku temui selama kegiatan suka rela yang luar biasa dampaknya buat anak Indonesia ini. Kegiatan ini namanya Kelas Inspirasi. Orang-orang yang bergabung dalam kegiatan ini nggak diragukan lagi kualitasnya. Pertama mereka semua memiliki hati yang berani. Kedua, mereka sendiri ingin mencari inspirasi untuk dijadikan pelajaran. Yang ketiga, mereka sadar bahwa kegiatan ini tujuannya adalah untuk kemajuan kita juga. Benar-benar luar biasa pengorbanan mereka :)
Untuk kegiatan ini sendiri aku dan teman-teman sederajat menjadi fasilitator dimana kami lah yang membantu memfasilitasi segala macam urusan untuk Kelas Inspirasi ini dengan dibantu oleh khalayak umum yang datang dari segala usia yang juga bergabung untuk menjadi fasilitator. Selama briefing yang dilangsungkan aku sering sharing sama teman-teman soal cita-cita. Oh iya sebenarnya tujuan Kelas Inspirasi ini salah satunya agar anak-anak usia SD sudah tau mereka mau jadi apa nantinya dan tidak takut untuk mengatakan apa yang mereka inginkan ke dunia luar. Aku sering sharing sama Nisa, Rozie, Putri, dan Dimas. Mereka lah yang ada di Kelas Inspirasi ini sejak awal. Kami sharing antar sesama kami atau kadang kami juga sharing dengan Tante Adek (tante adek adalah tanteku, kebetulan dia yang menjadi koor umum Kelas Inspirasi). Mereka ber-4 adalah 4 orang dari sekian banyak temanku yang menurutku mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Mereka semua adalah aktivis dan masing-masing dari mereka punya karakteristik yang kuat. Pada konteks sharing dengan tante Adek kami selalu menganggap tante Adek benar-benar menyalurkan apa yang kami ingin sampaikan. Makanya teman-teman juga gak takut buat mengemukakan apa yang mereka inginkan ke tante Adek. Anehnya bahkan mungkin orang tua mereka taunya malah belakangan.
Kadang, kalau sharingnya di rumahku mereka jarang mau pulang cepat. Makanya rumahku jadi tempat ngumpul-ngumpul. Gak cuma Kelas Inspirasi aja, banyak lagi komunitas lain yang juga sering nongkrong di rumah. Terus kalau misalnya tante Adek diburu waktu buat pulang, beberapa dari mereka tinggal lebih lama. Kadang juga beberapa dari mereka sering bilang ke aku kalau mereka benar-benar termotivasi. Kemudian perasaan termotivasi itulah yang bikin kami saling mendukung sesama kami. Itulah yang kadang bikin aku lebih spesial, Saat kamu tau ada yang bakal dukung cita-citamu karena mereka benar-benar bisa merasakan bahwa mereka sendiri punya cita-cita yang juga tidak bisa dimaklumi oleh semua orang. Dan disanalah kami, saling mendukung orang-orang yang hopeless sama cita-citanya. Selain itu mereka selalu bilang kalau aku beruntung. Beruntung karena aku tumbuh dikeluarga yang pengertian dan tidak memaksakan kehendak. Aku juga merasa spesial karena aku memiliki mereka, teman-teman yang bisa aku jadikan tempat mencurahkan ide-ide gilaku dimasa depan. Gak hanya mereka beberapa teman lain di sekolahku juga sering aku jadikan tempat bercerita tentang cita-cita dan pandanganku di masa depan. Tapi tidak sesering saat aku bersama 4 orang yang aku sebutkan diatas. Aku banyak tau hal-hal yang tidak banyak orang lain tau karena tante Adek dan bagaimanapun hal ini sangat membantuku di masa depan. Saat ini aku sudah punya target untuk melanjutkan kuliah dimana karena setelah mendengar sedikit tentang kampusnya aku langsung terikat dan aku berharap nasibku benar-benar disana. Aamiin.
Semua ini gak bakal lepas dari bantuan Allah, Allah sayang sama aku :"). Semua hal yang membuat aku menjadi lebih spesial ini tujuannya agar aku bisa berjuang lebih optimis untuk mempertaruhkan apa yang benar-benar kuinginkan di dalam hidupku nantinya. Juga sebagai motivasi. Aku bersyukur aku bisa mengenal kalian semua, orang-orang hebat yang pernah kujumpai di hidupku.
Sunday, August 4, 2013
Kebal atau Dibutakan?
Kenapa akhir-akhir ini hati aku rasanya udah hampir mirip dibutakan ya -____- this is worse. I mean, apa yang aku lakukan kemaren bukanlah hal yang baik. And I know it. Jadi, kemaren malam adalah acara muhasabah di mesjid dekat rumahku. Seperti biasa yang namanya muhasabah pasti bakal bersedih-sedih. Sebenarnya tujuan muhasabah itu bukan bikin kita sedih tapi supaya bikin kita sadar, sudah sejauh apa kita berbuat dosa. Tapi jujur saja, aku nggak tersentuh sama sekali. Waktu Ustadz lagi ngasih renungan aku rasa aku udah tau apa tujuan dari perkataan dan renungan Ustadz itu makanya aku memutuskan buat dengerin lagu supaya gak ketiduran meskipun semua alat elektronik udah dibilang agar dinonaktifkan selama muhasabah berlangsung. Enath buta ntah apa namanya kemaren malam itu, aku mendengarkan musik dengan volume low, setidaknya aku masih bisa mendengarkan apa yang dikatakan Ustadz tadi.
Sisi baiknya, semua yang dikatakan oleh Ustadz tersebut sudah sering dijadikan renungan sama mama kalau lagi marahin aku. Ya semua yang dibilang Ustadz itu tanpa terkecuali. Jadi boleh dibilang nggak mempan sama sekali. Kadang apa yang dikatakan sama orang lain yang mereka anggap sebagai renungan belum tentu bisa mengenai hati siapa saja. Ya. Sekali lagi itu benar. Tapi, lain kasusnya kalau hati tidak tergerak lagi untuk nasehat sama yang disampaikan oleh 2 orang berbeda. Seharusnya aku bisa sedikit tersentuh kemaren.
Tidak. Mungkin bukan itu masalahnya. Mungkin masalahnya adalah aku sudah terbiasa mendapatkan pelajaran yang lebih dari apa yang direnungkan malam kemarin. Bisa jadi iya, saat kita diberikan renungan untuk pertama kali, pastinya kita sudah memikirkan langkah apa yang akan kita lakukan. Setelah kita mendapat renungan yang sama untuk yang kedua kalinya tentunya kita nggak bakalan mikir lagi karena kita sudah tau bagaimana harus menanggapi dan menyikapinya.
Pilihannya cuma dua, kamu benar-benar sudah memikirkan langkah yang tepat sehingga kamu kebal atau mungkin memang kamu telah dibutakan pintu hatinya oleh Tuhan. Kadang aku ingin diberikan renungan face to face dengan orang yang sudah ahli memberikan semacam muhasabah, tapi aku tau aku keras kepala. Mereka pasti bakal kesal kalau renungan face to face sama aku. Aku benar-benar berharap bahwa yang kualami akhir-akhir ini bukanlah ciri-ciri dari manusia yang akan dibutakan hatinya. Semoga yang semalam adalah tanda agar aku bisa lebih paham lagi tentang makna dari hidup. Aamiin :)
Subscribe to:
Posts (Atom)

